Senin, 26 November 2012

SEJARAH semester 1



 semester 1

masuknya agama islam di Indonesia

 Jalur Penyiaran Agama Islam di Indonesia
1. Penemuan batu bersurat di daerah Leran (dekat Gresik) menggunakan bahasa dan huruf Arab, yang memuat tentang meninggalnya perempuan yang bernama Fatimah binti Ma’mun (1092).
2. Makam Sultan Malikul Shaleh di Sumatera Utara yang meninggal pada bulan Ramadhan tahun 676 Hijriah atau 1297 Masehi.
3. Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik yang wafat tahun 1419 M. Jirat makamnya didatangkan dari Gujarat
   Berdasarkan asal daerah dan waktunya, penyebaran Islam ke Indonesia dari Timur Tengah dibedakan menjadi tiga gelombang :
   1. Jalur Utara; dari daerah Mesopotamia (terkenal dengan Persia) Islam menyebar ke timur melalui jalan darat ke Afganistan, Pakistan, dan Gujarat kemudian menuju laut ke Indonesia. Dari jalur ini Islam memperoleh unsur baru yaitu ajaran tasawuf, tatacara makam yang dibuat besar dan sangat dihormati serta adanya unsur Hindu seperti di Pakistan sekarang
2. Jalur Tengah; dari Lembah Yordania dan di bagian Timur Semenanjung Arabia, khususnya Hadramut yang menghadap langsung ke Indonesia. Penyebaran Islam dari daerah ini lebih murni, diantaranya aliran Wahabi (nama Abdul Wahab) yang terkenal keras dalam penyiarannya, dan pengaruhnya di Sumatera Barat.
3. Jalur Selatan; yang berpangkal di Mesir dan kota Kairo merupakan daerah pusat penyiaran agama Islam secara modern. Indonesia terpengaruh melalui organisasi keagamaan yang disebutMuhammadiyyah.
                         Agama dan kebudayaan Islam disebarkan melalui beberapa saluran antara lain ; 
                      1. Saluran Perdagagangan
                a. Van Leur mengatakan perdagangan sepanjang pantai bagaikan benang emas yang sangat       halus  di sepanjang pantai
                           b. Wolters menyatakan bahwa Indonesia merupakan tempat yang strategis sebagai tempat     
                                 persinggahan dari bangsa-bangsa sebelah barat seperti Arab, Persia dan India yang   
                                 hendak    menuju timur yaitu ke Indonesia, Cina, dan Jepang.
                           c.  Snouck Hourgoronje, menyatakan bahwa adanya peranan para ustadz dan sultan untuk 
                               memperkenalkan Islam di Indonesia.
                       2. Saluran Perkawinan
                       a. perkawinan antara Raden Rahmat (Sunan Ampel) dengan Nyai Manila.
                           b. Perkawinan antara Raja Brawijaya dengan putri Jeumpa yang kemudian berputra Raden Patah  
                                yang kelak menjadi raja pertama di Demak.
                           c. Babad Cirebon menceritakan adanya perkawinan antara putri Kawunganten dengan Sunan Giri 
                         d.   Babad Tuban menceritakan adanya perkawinan antara Raden Ayu Teja dengan Syech 
                               Ngabdurahman 

                       3. Saluran Politik
Pengaruh kekuasaan raja sangat berpengaruh besar dalam proses Islamisasi. Ketika raja menganut Islam maka rakyat akan mengikuti jejak rajanya karena rakyat memiliki kepatuhan terhadap raja. Setelah tersosialisasinya agama Islam , maka kepentingan politiknya dilakukan untuk memperluas kekuasaanyanya. Contoh Sultan Demak mengirim pasukan dibawah Fatahillah untuk menduduki Jawa Barat dan memerintahkan untuk memeluk agam Islam
                   4. Saluran Pendidikan
Pesantren didirikan dengan tujuan untuk lebih mudah dalam penyebaran Islam. Diantaranya pesantren yang didirikan oleh Raden Rakmat di Ampel Denta, pesantren Sunan Giri di Giri. Pesantren bahkan memiliki peranan penting bagi para santri dalam menimba ilmu agama dan ilmu umum yang kemudian melahirkan golongan intelektual yang berkembang luas dalam jaringan intelektual.

                 5. Saluran Kesenian
    Saluran kesenian melalui seni pertunjukkan gamelan seperti di Yogyakarta, Solo, Cirebon. Dismping seni gamelan juga seni wayang seperti dilakukan oleh Sunan Kalijaga kemudian seni sastra, seni kaligrafi.
6. Saluran Tasawauf
Penyebaran agama Islam dilakukan sesuai dengan kondisi alam pikiran, dan budaya pada saat itu, sehingga ajaran Islam dengan mudah dapat diterima. Ahli tasawuf pada masa itu antara lain ; Hamzah Fansuri di Aceh, Sunan Panggung dan Syekh Siti Jenar di Jawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar